Posted on Leave a comment

[Book Review] Pemimpin, Menciptakan Budaya Unggul Generasi Milenial

Pemimpin menciptakan budaya unggul generasi milenial

Buku yang memiliki Focus Point pada kata “Pemimpin” ini ditulis untuk menjadi arah dan pedoman bagi pemimpin dalam memberikan pengaruh baik terhadap kinerja tim yang berkelanjutan melalui visi, misi, dan nilai organisasi dengan target anak muda, buku ini dikemas dalam bahasa yang renyah dan tidak kaku, mudah dipahami dan sangat related dengan gambaran kepemimpinan yang ada. Dari buku ini, kita diarahkan kepada menjadi karakter pemimpin yang sesuai pada tempatnya harus seperti apa. Buku ini memiliki Study case yang diceritakan pada setiap point menjadi gambaran jelas dari teori yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

Ditulis oleh : Heri Soesanto

Penerbit : PT. Kanisius

Terbitan tahun 2019

Tebal Halaman :256 Halaman
Pada BAB Pertama menjelaskan tentang menjelaskan tentang peran utama pemimpin dalam mempengaruhi banyak orang untuk mencapai tujuan bersama. Menjadi pemimpin sebagai kunci dalam manajemen yang memainkan peran pening dan strategis dalam kelangsungan kelompok bukanlah tercipta begitu saja, ada proses yang panjang yang dilakukan pemimpin dalam mengayomi anggotanya. Hal ini juga dijelaskan pada bagian Peran Pemimpin dalam Fase Organisasi.
Pada kenyataannya, pemimpin yang ada di masyarakat tidaklah seutuhnya mampu diterima oleh anggotanya, pada bagian pendekatan dalam memimpin dijelaskan beberapa macam pendekatan yang dapat dilakukan dan juga harus dikondisikan dengan karakter kelompok dan tujuannya.
Pada BAB ke-dua, menjelaskan tentang Hakikat Pemimpin Adanya tujuan, menentukan tujuan dan rencana menjadi dua hal yang tidak bisa lepas dari kerja berkelompok, bukan hanya anggota di dalamnya saja yang berperan mengerjakan semuanya, menjadi pemimpin visioner adalah pemimpin yang mampu memberikan arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota. Untuk menjadi pemimpin visioner, diperlukan kompetensi-kompetensi tertentu yang banyak dijelaskan di bagian ini. Di BAB ini juga dijelaskan tentang Key Performance Indicator sampai Kontrol yang menjadi istilah yang tak lepas dari Sasaran.

Budaya itu bukan hanya satu aspek dari permainan, itu adalah permainannya, pada akhirnya, sebuah organisasi tidak lebih dari kapasitas kolektif anggotanya dalam menciptakan sebuah nilai. Pada BAB ke-tiga, dan empat inilah mulai membahas iklim kerja, budaya kerja, implementasi pada generasi milenial sampai tolak ukur menciptakan budaya yang baik dalam kelompok harus seperti apa.

Setelah pembahasan tentang pemimpin itu sendiri, sebagai pemimpin juga harus paham dengan Evaluasi Instruksi Kerja yang dibahas di BAB ke-lima , di mana ini juga menjadi perhatian penting untuk berlangsungnya sirklus kinerja dalam tim yang terus berputar dan tidak boleh dilewatkan karena menjadi tolak ukur langkah-langkah selanjutnya yang harus dipersiapkan kembali.

Buku ini sangat mudah untuk dipahami untuk generasi milenial, mampu mengembangkan pola piker yang baik tentang kepemimpinan yang lebih tajam, pembaca diajak berkembang baik kemampuan maupun mentalnya hingga siap menghadapi tantangan kepemimpinan yang mengarahkan tim untuk mencapai kinerja terbaik dan perlu membangun suatu budaya kerja yang memastikan seluruh tim diperlakukan dengan terhormat dan berharga.
Engagement terhadap budaya kelompok mendukung pemimpin yang memberikan pengaruh kepada seluruh insan di dalam timnya untuk mengejar produktivitas kelompok demi tercapainya visi misi dan strategi tim. Inilah pemimpin, inilah kontribusi dan peran pemimpin, dan inilah Influencer sejati bagi seluruh tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *