Membuat Mainan Edukasi Ekspresi dan Emosi, Mengajarkan Kelola Emosi Pada Anak
|

Membuat Mainan Edukasi Ekspresi dan Emosi, Mengajarkan Kelola Emosi Pada Anak

Membuat Mainan Edukasi Ekspresi dan Emosi bisa menjadi salah satu latihan anak mengenal tentang emosi. Kenapa harus dengan alat peraga ini? karena biasanya anak akan lebih memahami dengan cara yang menyenangkan. adanya efek pergeseran dari mainan kertas ini akan membuatnya menebak-nebak dan dikejutkan pada gambar emosi apa yang akan muncul selanjutnya.

Perasaan yang anak yang tidak karuan ketika mengalami hal yang tidak mereka suka, biasanya akan mengeluarkan reaksi yang begitu rumit, kesal, marah, hingga menangis. Pada dasarnya memang bukan hal mudah untuk mengajari anak-anak tentang perasaan karena itu adalah konsep yang cukup abstrak.

Sebagai pendamping masa kecilnya, orang tua atau guru akan sulit menggambarkan bagaimana rasanya takut, sedih, atau bersemangat. Penting untuk mulai mengajari anak-anak tentang emosi mereka sedini mungkin, karena pada dasarnya, setiap pengambilan keputusan manusia akan sangat dipengaruhi emosi yang sedang anak-anak rasakan.

Biasanya, anak yang mampu memahami dan mengendalikan emosi, mereka cenderung tidak bertindak secara amarah, agresif, hingga membangkan. Lalu, bagaimana caranya dengan alat peraga ini, anak bisa memahami tentang perasaan? bukan hanya bermain menggeserkan saja. Ya! tentunya perlu pendampingan orang dewasa untuk membimbingnya ya.

1. Berkreasi, Menggunting, Bermain dan Belajar

Hal yang paling menyenangkan bagi anak-anak adalah bermain, untuk itu kita juga perlu mengikuti cara belajar mereka yaitu dengan bermain. Alat peraga ini dibuat khusus untuk anak bisa berkreasi, bermain, sambil belajar. Anak akan berkreasi ketika menggunting dan menempelkan template ini. Jika tidak di print, orang tua bisa menggambarnya di kertas dengan crayon, atau spidol berwarna agar anak-anak bisa lebih senang melihatnya.

Kemudian, anak akan berlatih menggunting-gunting. Dengan menggunting, anak bisa melatih otot tangannya agar lebih kuat, yang dimana otot tangan bagi anak juga perlu dilatih untuk berbagai keterampilan dasar hidup, seperti menggunting, menulis, memegang, menggenggam, dan lainnya.

Ketika menggeserkan ekspresi mata dan mulut, secara langsung anak menjadikan alat peraga ini sebagai mainannya, anak akan memperhatikan ekspresi apa saja yang akan keluar, mereka juga akan sekaligus belajar memahami tentang perasaan dan emosi ketika orang tua juga turut berinteraksi tentang macam-macam emosi.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Download Printable Pattern Mainan Edukasi Emosi

Download secara gratis printable di bawah ini, bisa dicetak di kertas A3, A4, atau A5. Jenis kertas yang bisa dipilih untuk mencetak juga bermacam-macam, seperti Art Crtoon, Art Paper, Atau HVS.

2. Cutting Gambar Sesuai Pattern

Ada 3 jenis pola yang harus di cutting. Pisahkan bagian muka dengan bagian bawahnya, kemudian bagian mata dan mulut, lalu cutting sedikit dengan cutter bagian 4 garis di muka.

Membuat Mainan Edukasi Ekspresi dan Emosi, Mengajarkan Kelola Emosi Pada Anak
Proses Membuat Mainan Edukasi Ekspresi dan Emosi, Mengajarkan Kelola Emosi Pada Anak

 

 

 

2. Ajak Interaksi Memperkenalkan Emosi dan Ekspresikan

Pada umumnya ekspresi dihasilkan dari apa yang kita jiwai, kemudian memahami apa yang akan dilakukan dan diucapkan. Ekspresi timbul bukan hanya terlihat begitu saja. namun di sini kita bisa menceritakan, bahwa emosi bisa hadir ketika ada kejadian tertentu, sambil bercerita, keluarkanlah ekspresi yang bisa mewakili gambar tersebut.

Misalkan, Ketika adik meminta permen ketika sakit gigi dan tidak diperbolehkan, sikap adik akan menjadi marah, contoh lainnya ketika mendapatkan hadiah dari ayah, adik akan merasa bahagia dengan ekspresi apa.

Ajarkan bahwa interaksi membutuhkan komunikasi verbal maupun non verbal, dan ekspresi menjadi salah satu bentuk non verbal dalam berkomunikasi, ekspresi yang dihasilkan manusia pun berbagai macamnya, bukan hanya sedih dan senang.

Pada umumnya, orang yang memiliki ekspresi seperti bersemangat, excited, kagum, bangga, senang, humoris, prihatin dan lainnya biasanya memiliki sifat yang hangat dan tidak datar atau dingin. Hal itu juga akan membuat orang merasa nyaman berada di dekatnya. Berteman dengan teman-temannya pun akan menjadi mudah jika memiliki sifat yang humble.

3. Diskusi Tentang Strategi Mengolah Emosi

Meskipun emosi terbilang wajar, pada anak-anak akan ada emosi yang sulit dikendalikan. Hal ini penting menjadi bekal, bukan hanya masa anak-anak saja tetapi hingga mereka dewasa dan bisa hidup mandiri. Ceritakan tentang hal-hal yang tidak kita inginkan bisa saja terjadi, maka proses mengendalikan emosi di mulai dari ketika emosi sedang tidak stabil. Ketika marah atau sedih, Berikan waktu untuk meluapkannya, proses luapan itu dengan kepala dingin kemudian tenangkan pikiran. Alihkan pikiran yang tidak mengenakan ke hal-hal yang positif seperti bermain, membaca buku, bercanda, dan lainnya. Cari teman untuk berdiskusi berbagi cerita agar masalahnya berkurang. Hal itu juga bisa diterapkan ketika melihat kawan atau kerabatnya merasakan ketidak stabilan emosi, mereka perlu menyendiri kemudian ditemani dan dibantu.

Sambil bercerita, buatlah alur cerita dan proses ekspresi emosi pada mainan kertas ini. Dimulai dari marah, nangis, tenang, hingga kembali ceria.

Emosi bisa dikendalikan dan dilatih secara berkala. Bahkan kecerdasan emosi menjadi salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia. Dengan alat peraga ini, diharapkan anak bisa memahami konsep emosi pada diri

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *