Posted on 28 Comments

Menyelam Bareng Ubur-Ubur di Pahawang

Pahawang dikenal dengan keindahan bawah lautnya terlebih mereka memiliki sarang Ikan Nemo. Tanggal 26-27 Juni 2021 lalu, aku dan temanku membawa trip Backpacker Jakarta ke Pulau Pahawang. Ini kali ke-dua aku membawa trip ke tempat ini.

Dimulai dari Sekretariat BPJ kemudian melakukan perjalanan Darat-Laut dengan tujuan akhir ke Dermaga Ketapang, Lampung. Pagi itu kami sarapan, menyiapkan beberapa perlengkapan selam hingga kapal untuk menjelajahi beberapa kawasan di Pahawang dengan warga lokal sekitar Dermaga Ketapang.

Dari Dermaga Ketapang, kami menuju Spot Snorkeling Taman Nemo. Selama perjalanan, aku sedikit flashback selain nemo pada tripku sebelumnya di kawasan snorkeling itu aku sempat melihat ubur-uburnya, aku hanya melihat satu ekor ubur-ubur besar berenang di dekat kapal kami. Pikirku dia menggemaskan hehe. Mau lihat lagi.

Sesampainya di spot snorkeling, sepertinya perkataanku seperti dikabulkan, aku sedikit terkejut karena bukan ikan-ikan saja yang kami temui, tapi juga banyaknya ubur-ubur yang baru lahir mungkin bisa terhitung ratusan atau ribuan jumlahnya. Ubur-ubur yang kutemui sepertinya baru lahir, bahkan banyak telurnya. Mereka berenang-renang berdekatan dan bergerombol. Aku bertemu dengan keluarganya Ubur-ubur.

Salps

Awalnya, aku kira ini telur ubur ubur, bentuknya unik seperti rangkaian telur ubur-ubur. Dan ternyata banyak orang yang mengira ini telur ubur-ubur juga. Tetapi setelah aku telaah lebih jauh lagi, ini namanya Salps. Bentuknya seperti jelly dan memberi sengatan juga ke kulit kita meskipun tidak terlalu berbahaya.

Sea Walnut

Sea Walnut

Pertama kali kita lihat ini, pasti menebak-nebak kalau ini adalah si bayi ubur-ubur. Menurutku bentuknya mirip sekali seperti belimbing, Jellyfish jenis ini yang paling banyak kutemui dan paling banyak menyengat kami, dari yang hanya nyebur karena banana boat sampai menyelam untuk sekedar mengambil foto dengan Nemo.

Setelah kuperhatikan, keberadaan biota laut tidaklah tetap. Setelah kami tidak kuat dengan banyaknya sengatan ubur-ubur ini, kami menuju ke spot snorkeling selanjutnya yang tidak jauh dari tempat ini. Jumlah Jellyfish yang kami temui tidak sebanyak tadi. Malam harinya, Area ini diguyur hujan, Laut Pahawang berada pada kondisi pasang. Paginya kami sempat ke lokasi yang sama lagi karena salah satu dari teman kami ada yang barangnya tertinggal dan merasa perlu diambil. Setelah kuperhatikan, bukan lagi Sea Walnut dan serangkaian Salp yang kutemui. Tapi justru Jellyfish yang sering kita temui di serial Spongebob. Tapi kami tidak menyelam, jadi tak ada sengatan untuk jellyfish jenis ini. hehe

Bermacam-macam efek sengatan yang kami dapat. Beda orang, beda juga reaksinya. Aku tersengat jenis Sea Walnut di bagian tangan saja karena pakaianku cukup tebal, sengatannya sampai menimbulkan beberapa bentol dan titik-titik luka, perih. Temanku ada yang sampai bentol kemerahan hingga sedikit demam pasca disengat. Penanganan kami hanya diolesi minyak kayu putih dan antiseptic untuk yang luka, syukurnya efeknya tidak bertahan lama. Jika kamu mengalami hal yang sama lakukan pertolongan pertama secepatnya ya, tapi jika efeknya sangat besar dan lama, jauh lebih baik jika ditangani oleh dokter ya!

Benar-benar alam mengajarkan aku banyak hal.

 

Posted on 13 Comments

Semakin Banyak yang Aku Tahu, Semakin Banyak yang Tidak aku Ketahui

Adaptasi

Sejak kecil aku punya banyak panggilan yang berbeda di setiap tempatnya. Dari keluarga, memanggil nama kecilku uti, berasal dari nama tengahku putri bertahan di SD semua orang memanggil nama kecilku. Ketika masuk SMP, beberapa teman SD ku yg sekolah di tempat yang sama tetap memanggilku Uti, tapi aku ingat sekali ketika aku gabung ekstrakurikuler pramuka, pelatihku memanggilku tanti. Kemudian semua orang saat itu memanggilku tanti hingga aku SMP, ya karena lagi lagi banyak teman SMP ku yang lanjut SMA sama denganku. Ketika aku lanjut kuliah, di sinilah aku mulai lepas lagi dari semua panggilan ku itu. Aku seperti mendapatkan dunia yang baru sendirian. Continue reading Semakin Banyak yang Aku Tahu, Semakin Banyak yang Tidak aku Ketahui

Posted on 38 Comments

Digital Cleanup, Ayo Bersih-Bersih Sampah Digital

Digital Cleanup

Beberapa waktu lalu, saya sempat melihat kampanye yang cukup menarik dan belum pernah saya dengar sebelumnya yang bergerak Bersama 85 negara lainnya. Digital Cleanup, sudah lama sebenarnya sekitar bulan april 2020 tapi menurut saya kampanye ini bagus untuk diteruskan menjadi kebiasaan kita di era digital ini.

Continue reading Digital Cleanup, Ayo Bersih-Bersih Sampah Digital